#30dayswritingchallenge day 3: Mengenang Masa Kejayaan Radio



Dua belas tahun yang lalu, saat hp dan internet belum terlalu masuk ke dalam hidup manusia, radio jadi hiburan alternatif buat abg selain televisi dan warnet. Saya adalah salah satu dari ribuan anak muda yang sempat merasakan masa kejayaan radio saat itu. Dan buat saya, ini adalah salah satu kenangan yang nggak bisa dilupakan.


Waktu saya kelas satu semester dua sampai dengan kelas dua semester satu, radio selalu menemani saya mengerjakan PR di malam hari. Yang sering saya dengarkan saat itu adalah Piss FM—salah satu radio terbaik di Ciamis pada masanya.


Ada satu program di Piss FM yang selalu saya tunggu, yaitu Kribo alias Kita Riquest Bo! Program ini, mengajak anak muda untuk request lagu-lagu terbaru lewat telepon atau sms—sambiil ngirim pesan buat orang-orang terdekatnya.


Awalnya, saya nggak pernah request lagu karena saya pikir teman-teman di sekolah nggak ada yang mendengarkan Kribo. Sampai pada suatu hari, ada seorang teman yang request lagu sambi ngirim pesan buat RBR—nama kelas saya di SMP. Setelah saya konfirmasi keesokan hari di sekolah, ternyata benar teman saya ngirim salam di Kribo. Sejak saat itu, saya jadi rutin request lagu dan saling balas pesan dengannya.


Seiring berjalannya waktu, satu per satu teman-teman yang lain juga ikut mendengarkan Kribo. Beberapa bahkan kirim pesan juga. Dari situ, kami mulai meramaikan Kribo dengan pesan-pesan konyol ala anak baru gede.


Kalau sekarang media sosial jadi media buat ngirim kode ke pacar atau gebetan, dulu radio yang jadi mediumnya. Beberapa kali saya dan teman-teman mengirimkan kode lewat lagu. Tahun 2008 sampai 2010 kan jadi masa keemasan lagu pop dan cinta-cintaan. Jadi kami nggak kesulitan memilih lagunya.


Yang paling saya ingat adalah saat teman saya nembak gebetannya lewat radio. Entah apa yang ia pikirkan dulu, kok bisa-bisanya kepikiran nembak lewat radio! But it works! Mungkin di mata gebetannya, apa yang teman saya lakukan itu romantis dan sweet banget. Wkwkwk.


Sekarang radio sudah mulai berkurang tergantikan oleh podcast dan aplikasi streaming musik. Mungkin nanti akan ada saatnya radio hanya menjadi sejarah dan cuma bisa saya ceritakan pada anak-cucu di masa depan.


Sebelum itu terjadi, saya mengajak siapa pun kamu yang punya kenangan dengan radio untuk merawat kenangan itu. Menjadikannya sebagai masa-masa terindah dalam hidup kita bersama.


Lebih baru Lebih lama