#30dayswritingchallenge day 4: Di antara Jepang, UK, Amerika, Yogya, dan Purwokerto



Kalau punya rezeki dan umur, saya pengin banget bisa ke Jepang terus liat Gunung Fuji dan Tokyo Tower langsung dari dekat. Saya juga pengin ke Shibuya yang dalam anime-anime seringkali diperlihatkan sebagai tempat yang super duper ramai. 


Atau, kalau nggak bisa ke Jepang saya pengin ke UK dan mencari seseorang di sana. Seorang kakak sekaligus teman yang saya kenal lewat SFTH Kaskus. Rasanya, sekali dalam seumur hidup saya pengin ketemu langsung dengannya dan membicarakan banyak hal. Dari yang remeh sampai yang serius banget. Wkwkwk.

Tapi, kalau misalnya nggak bisa juga, mungkin Yogyakarta jadi piihan terakhir. Di kota gudeg ini, saya pengin lebih lama menikmati suasananya. Yogyakarta, sejak dulu selalu bikin saya kangen. Dari pertama kali menginjakan kaki di sana saat Study Tour di SMP, lalu empat tahun yang lalu bareng temen-temen kuliah, Yogya nggak pernah gagal membuat saya pengin balik ke sana lagi. 

Padahal, dari dua kesempatan ke Yogya itu, saya nggak pernah merasakan pengalaman yang menarik. Waktu SMP, saya cuma ikut jadwal yang sudah ditentukan oleh sekolah. Jadi nggak banyak tempat yang saya kunjungi. Paling, satu-satunya tempat di luar jadwal yang saya datangi cuma warnet di kawasan Malioboro. 

Waktu itu, saya pergi ke Yogya dengan bekal seadanya. Seingat saya, buat beli oleh-oleh pun nggak cukup, deh. Karena itu, saat orang lain jalan-jalan sambil beli oleh-oleh di Malioboro, saya memilih pergi ke warnet dan menghabiskan uang sepuluh ribu rupiah di sana. Sepuluh ribu yang saya pake buat buka Friendster. Wkwkwk. 

Empat tahun yang lalu, bareng temen-temen kampus pun kasusnya sama. Saya nggak membawa uang banyak jadi ya nggak bisa eksplorasi tempat atau jajanan dengan bebas. Saya lebih milih menemui dua orang teman yang kuliah di Yogyakarta daripada ikut jalan-jalan bareng anak-anak kampus. 

Mungkin, ini yang bikin saya pengin balik lagi ke Yogya. Atau bisa juga karena saya memang penasaran saja. Pengin mencoba menjadi “orang Yogya” barang satu atau dua tahun. Tapi, kalau melihat sikon, rasanya belum bisa terealisasi dalam waktu dekat deh. 

Pada dasarnya, saya memang nggak banyak bepergian ke luar kota. Karena sejak kecil sudah biasa meredam keinginan bepergian jadi sekarang, nggak banyak tempat yang pengin saya datangi. Kecuali Purwokerto karena ini yang paling dekat dan biayanya sangat sangat sangat terjangkau. Wkwkwk.
Lebih baru Lebih lama