Zero Expectation!

Hidup dengan ekspektasi yang tinggi tapi usaha sekecil debu adalah sebuah hal yang bodoh. Dalam pikiran sudah terbayang mendapatkan segalanya, sedangkan usaha yang dilakukan hampir nihil. Apalagi kalau bukan bodoh namanya?

Saya, memutuskan untuk hidup sebagai seorang yang senang menulis. Berhari-hari baca tentang perjalanan orang lain, metode untuk sukses yang mereka lakukan, berusaha memahami apa yang mereka lakukan tapi gak ada langkah yang diambil! Wkwkwk hidup memang bisa lucu ya

Malas memang musuh setiap manusia. Sekalinya terjebak akan kesulitan untuk keluar dari kemalasan dan rawan terperangkap selamanya. Tapi saya gak malas-malas banget sih, saya tetap menulis kok cuma gak rutin. Istilahnya masih ngikutin mood. 

Padahal di seluruh dunia, ada ratusan juta orang yang sedang menulis. Bahkan di indonesia mungkin ada ribuan orang yang senang menulis. Banyak yang muncul ke permukaan lalu menginspirasi orang lain, banyak juga yang terpuruk dan membuang mimpinya. Saya di mana? 

Di tengah-tengah. Saya tetap lanjut namun karena ekspektasi yang terlalu tinggi akhirnya merasa saya gagal. Padahal dengan konsisten melahirkan tulisan pun seharusnya menjadi sebuah kesuksesan buat saya. 

Yah namanya juga manusia kan? Bersamaan dengan tulisan ini, saya mencoba mencatatkan momen saat di mana semua ekspektasi akan saya tarik ke titik awal; titik paling rendah. Seperti yang om Pinot bilang di akun twitternya: 

"menggambarlah" dengan bebas, tanpa memedulikan pendapat orang lain. Gak perlu sama, gak perlu bagus, yang penting merasakan kesenangan di sana. 

Saya pikir ini bisa diterapkan pada apa saja; di luar dunia menggambar tentunya. Dan jika kamu kebetulan membaca tulisan-tulisan di blog ini, maka itulah wujud sesungguhnya dari proses pembelajaran yang saya lalui. 

Cheers! 
Lebih baru Lebih lama