Pengangguran dan Lima Ribu Rupiah

source: pixabay.com

Sejak dulu kala, nganggur adalah sebuah pekerjaan memalukan yang merendahkan nilai seseorang di mata masyarakat.Khususnya Indonesia. Pengangguran selalu dijadikan indikator keberhasilan pemerintah; pengangguran berkurang artinya pemerintah berhasil.

Selain itu, pengangguran merupakan beban untuk siapa saja. Dari keluarga, teman, tetangga, teman jauh sampai netizen yang gak kenal pun terbebani dengan para pengangguran ini. Padahal pengangguran hanyalah titel untuk membedakan yang sudah bekerja dengan yang belum. Serta sebagai tanda bahwa seseorang sudah menjadi dewasa dan lepas dari tanggung jawab belajar di sekolah serta orang tua di rumah.

Memang, nganggur bisa semenyebalkan itu di Indonesia. Padahal harusnya pengangguran itu hanya memikirkan tentang masa depan, gak perlu memikirkan omongan orang lain. Toh hidup sudah ada jalannya masing-masing. 

Satu bulan ini, saya bertahan hidup dengan rezeki yang cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sendiri. Alhamdulillah. Belum ada lebihnya, mudah-mudahan secepatnya ada. 

Di tanggal tua seperti ini, duit jadi lebih seret lagi. Angka yang nampak dalam layar mesin ATM hanya tiga angka bulat sempurna. Selama satu minggu ini saya lebih banyak diam di rumah karena keterbatasan anggaran. Rokok dan kopi kan harus tetap jalan! Wqwqwq

Setelah menulis sekitar 5 thread di kaskus, akhirnya ada sedikit harapan. Saya dapat suntikan dana 50ribu rupiah! Woah serius ini menyenangkan sekali. Sayang, cilaka dua belas, mesin ATM jahat datang menyerang perasaan senang karena duit 50ribu itu terpotong lima ribu rupiah! Men bayangin, udah mau dapat duit tapi gak jadi gara-gara administrasi! 

Sumpah ternyata lima ribu itu berharga banget, karena tanpa lima ribu gakan ada 50ribu. Tanpa 50ribu, ATM gakan mengeluarkan duit. Tanpa duit, gakan ada hasap rokok dan secangkir kopi. Tanpa rokok dan kopi, kemampuan otak terhalang. Beruntung saya masih bisa kukulutus lewat tulusan di sini.
Lebih baru Lebih lama